Sabtu, 23 November 2019

UJI CHI KUADRAT

                                           UJI  CHI  KUADRAT (χ²) 

1.  Pendahuluan

Uji Chi Kuadrat adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara :       frekuensi observasi/yg benar-benar terjadi/aktual        dengan                   frekuensi harapan/ekspektasi

1.1.  Pengertian Frekuensi Observasi dan Frekuensi Harapan

    frekuensi observasi  →  nilainya didapat dari hasil percobaan (o)           frekuensi harapan  → nilainya dapat dihitung secara teoritis (e)

Contoh :

1.  Sebuah dadu setimbang dilempar sekali (1 kali) berapa nilai ekspektasi sisi-1, sisi-2,  sisi-3, sisi-4, sisi-5 dan sisi-6 muncul?

kategori :

sisi1
sisi-2 sisi3
sisi-4 sisi5
sisi6
frekuensi ekspektasi (e)
 16 16  1 6 16  1 6 16


2. Sebuah dadu setimbang dilempar 120 kali berapa nilai ekspektasi sisi-1, sisi-2,  sisi-3, sisi-4, sisi-5 dan sisi-6 muncul?   kategori :
 sisi1 sisi2 sisi3 sisi4 sisi5 sisi6 frekuensi   ekspektasi (e) 20*) 20 20 20 20 20


 *) setiap  kategori memiliki frekuensi ekspektasi yang sama yaitu :16 x 120 = 20 

 Apakah data observasi akan sama dengan ekspektasi?  Apakah jika anda melempar dadu 120 kali maka pasti setiap sisi akan muncul  sebanyak 20 kali?   Coba lempar dadu sebanyak 120 kali, catat hasilnya, berapa frekuensi  kemunculan  setiap sisi?             Catatan saudara tersebut adalah frekuensi observasi.

Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 1 dari 10  
 
1.2.  Bentuk Distribusi Chi Kuadrat ( χ ²)

Nilai χ² adalah nilai kuadrat karena itu nilai χ² selalu positif.  

Bentuk distribusi χ² tergantung dari derajat bebas(db)/degree of freedom. Perhatikan Tabel hal 178 dan 179 (Buku Statistika-2, Gunadarma). Anda bisa membacanya?


Contoh :  Berapa nilai χ² untuk  db =  5 dengan α = 0.010?    (15.0863)   Berapa nilai χ² untuk  db =  17 dengan α = 0.005?  (35.7185)


Pengertian α pada Uji χ² sama dengan pengujian hipotesis yang lain, yaitu luas daerah penolakan H0 atau taraf nyata pengujian 


Perhatikan gambar berikut :

 


         α : luas daerah penolakan H0 = taraf nyata pengujian  


       0              + ∞

1.3. Pengunaan Uji  χ ²

Uji χ²  dapat digunakan untuk :  

a.   Uji Kecocokan = Uji kebaikan-suai = Goodness of fit test  b.  Uji Kebebasan  c.  Uji beberapa proporsi 

Prinsip pengerjaan (b) dan (c) sama saja

2. Uji Kecocokan (Goodness of fit test)

2.1 Penetapan Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif

H0:  frekuensi setiap kategori memenuhi suatu nilai/perbandingan.  H1 : Ada kategori yang tidak memenuhi nilai/perbandingan tersebut.



Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 2 dari 10  
 
Contoh 1 :


Pelemparan dadu 120 kali, kita akan menguji kesetimbangan dadu .  Dadu setimbang jika setiap sisi dadu akan muncul 20 kali. H0 : setiap sisi akan muncul = 20 kali.  H1 : ada sisi yang muncul ≠20 kali.

Contoh 2 :

Sebuah mesin pencampur adonan es krim akan menghasilkan perbandingan antara  Coklat :  Gula :  Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1 H0 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim =  5 : 2 : 2 : 1 H1 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim ≠ 5 : 2 : 2 : 1

2.2  Rumus  χ ²

  
χ 2
2
1
=

= ∑ () oe e ii ii k



   k  :  banyaknya kategori/sel, 1,2 ... k  
 o :  frekuensi observasi untuk kategori  ke-i i 
 e :  frekuensi ekspektasi untuk kategori ke-i   i         kaitkan dengan frekuensi ekspektasi dengan nilai/perbandingan dalam H0

Derajat Bebas (db) = k - 1
 

2.3 Perhitungan χ ²

Contoh  3 : Pelemparan dadu sebanyak 120 kali menghasilkan data sebagai berikut :   kategori :
 sisi-1 sisi-2 sisi-3 sisi-4 sisi-5 sisi-6
frekuensi observasi
        20 20    
       20 22
         20 17
      20 18
      20 19
       20 24

*) Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi ekspektasi

Apakah dadu itu dapat dikatakan setimbang? Lakukan pengujian dengan taraf nyata = 5 %

Solusi  :
Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 3 dari 10  
 
1. H0 : Dadu setimbang → semua sisi akan muncul = 20 kali.  H1 : Dadu tidak setimbang → ada sisi yang muncul ≠20 kali.

2. Statistik Uji χ²

3. Nilai α = 5 % = 0.05  k = 6 ; db = k - 1 = 6-1 = 5

4. Nilai Tabel χ²    k = 6 ; db = k - 1 = 6-1 = 5 db = 5;α = 0.05 → χ² tabel = 11.0705

5. Wilayah Kritis = Penolakan H0 jika  χ² hitung  > χ² tabel (db; α)                 χ² hitung > 11.0705

6.  Perhitungan χ²  


χ 2
2
1
=

= ∑ () oe e ii ii k 

 (catatan : Gunakan tabel seperti ini agar pengerjaan lebih sistematik)   kategori : oi ei (o-e ) i i (o-e )² i i (o-e )²/e i i i sisi-1  20  20  0  0  0 sisi-2  22  20  2  4  0.20 sisi-3  17  20 -3  9  0.45 sisi-4  18  20 -2  4  0.20 sisi-5  19  20 -1  1  0.05 sisi-6  24  20  4 16  0.80 Σ 120 120 --------- -------------- 1.70

     χ²  hitung = 1.70

7. Kesimpulan :  χ²  hitung = 1.70 <  χ² tabel   Nilai χ²  hitung ada di daerah penerimaan H0  H0 diterima; pernyataan dadu setimbang dapat diterima.

Contoh 4 :

Sebuah mesin pencampur adonan es krim akan menghasilkan perbandingan antara Coklat :  Gula :  Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1.  Jika 500 kg adonan yang dihasilkan,  diketahui mengandung 275 kg Coklat, 95 kg Gula, 70 kg Susu dan 60 kg Krim, apakah mesin itu bekerja sesuai  dengan perbandingan yang telah ditentukan?  Lakukan pengujian dengan taraf nyata = 1 %.

Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 4 dari 10  
 
Solusi : 1.  H0 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim  =  5 : 2 : 2 : 1      H1 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim  ≠ 5 : 2 : 2 : 1


2. Statistik Uji χ²

3. Nilai α = 1 % = 0.01

4. Nilai Tabel χ² k = 4;  db =k -1 = 4-1= 3 db = 3; α = 0.01 → χ² tabel = 11.3449

5. Wilayah Kritis = Penolakan H0 jika  χ² hitung  > χ² tabel (db; α)                χ² hitung  > 11.3449

6.  Perhitungan χ²

χ 2
2
1
=

= ∑ ( oe e ii ii k ) 


kategori : oi ei (o-e ) i i (o-e )² i i (o-e )²/e i i i Coklat 275 250*)    25 625    2.50 Gula   95 100      -5  25    0.25 Susu   70 100   -30 900    9.00 Krim   60   50    10 100    2.00 Σ 500 500 ----------- --------  13.75


*) Perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim = 5 : 2 : 2 :1  Dari 500 kg adonan → Nilai ekspektasi  Coklat = 5/10 x 500 = 250 kg     Nilai ekspektasi  Gula =  2/10 x 500 = 100 kg      Nilai ekspektasi  Susu = 2/10 x 500 = 100 kg     Nilai ekspektasi  Krim =  1/10 x 500 =   50 kg

χ² hitung = 13.75



7.  Kesimpulan :  χ² hitung >  χ² tabel ( 13.75 > 11.3449)   H0 ditolak, H1  diterima.   Perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim ≠ 5 : 2 : 2 :1 



Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 5 dari 10  
 
3. Uji Kebebasan dan Uji Beberapa Proporsi

Uji kebebasan antara 2 variabel memiliki prinsip pengerjaan yang sama dengan pengujian beberapa proporsi.  (Berbeda hanya pada penetapan Hipotesis awal dan hipotesis alternatif)


3.1 Penetapan Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif 

A. Uji Kebebasan :

H0  :   variabel-variabel saling bebas        H1  : variabel-variabel tidak saling bebas  

B Uji Beberapa Proporsi :

H0 :    setiap proporsi bernilai sama     H1 : ada  proporsi yang bernilai tidak sama  

3.2 Rumus Uji χ 2

Data dalam pengujian ketergantungan dan beberapa proporsi disajikan dalam bentuk Tabel Kontingensi. Bentuk umum Tabel Kontingensi → berukuran r baris x k kolom


frekuensi harapan
total kolom total baris total observasi
      
   x   
 = () ()



                  
χ 2
2
1
=

= ∑ () , , oe e ij ij ijij rk


                  derajat bebas = (r-1)(k-1)                   r : banyak baris                   k : banyak kolom                  o : frekuensi observasi baris ke-i, kolom ke-j  ij ,                e : frekuensi ekspektasi baris ke-i, kolom ke-j ij ,

Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 6 dari 10  
 
3.3 Perhitungan χ ²

Contoh 5 :     

Kita akan  menguji kebebasan antara faktor gender (jenis kelamin) dengan jam kerja di suatu pabrik.  Tabel kontingensi dapat dibuat sebagai berikut :

 pria  wanita Total Baris Kurang dari 25 jam/minggu        2.33  2      2.67 3          5 25 sampai 50 jam/minggu        6.07   7      6.93 6      13 lebih dari 50 jam/minggu        5.60 5      6.40 7
 12 Total Kolom 

14
  

16 
Total Observasi=  

30 *)  Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi ekspektasi Perhatikan cara mendapatkan frekuensi ekspektasi!

Apakah ada kaitan antara gender dengan jam kerja?   Lakukan pengujian  kebebasan variabel dengan taraf uji 5 % Ukuran Tabel Kontingensi  di atas = 3 x 2 ( 3 baris dan 2 kolom) db = (3-1)(2-1) = 2 x 1 = 2

Solusi : 1. H0  :    Gender  dan Jam kerja saling bebas    H1  :     Gender dan Jam kerja tidak saling bebas

2. Statistik Uji = χ²

3. Nilai
 α = 5 % = 0.05

4. Nilai Tabel χ²  db = 2; α = 0.05 → χ² tabel  = 5.99147 5. Wilayah Kritis : Penolakan H0 → χ² hitung > χ² tabel        


 χ² hitung > 5.99147

6. Perhitungan χ² 

frekuensi harapan
total kolom total baris total observasi
      
    x      = () ()

      frekuensi harapan untuk :  pria, < 25 jam  =  14
233
 x 5 30
= .     pria, 25-50 jam =  14 x13 30
= 6.07

Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 7 dari 10  
 
pria, > 50 jam   = 
14 x 12 30
 5.60=

wanita, < 25 jam  = 
16
267
 x 5 30
= .     wanita, 25-50 jam = 16 x13 30
= 6.93
     wanita, > 50 jam =  16 x 12 30 6.40=

Selesaikan Tabel perhitungan χ²  di bawah ini. kategori : oi ei (o-e ) i i (o-e )² i i (o-e )²/e i i i P, < 25  2 2.33  -0.33 0.1089 0.1089/2.33 =  0.0467 P, 25 - 50  7 6.07   0.93 0.8649                         0.1425 P, > 50  5 5.60 -0.60 0.36                         0.0643 W, < 25  3 2.67  0.33 0.1089                         0.0408 W, 25-50  6 6.93 -0.93 0.8649                         0.1249 W, >50  7 6.40  0.60 0.36                         0.0563 Σ ------ ----- -------- --------- χ² hitung =       0.4755         7. Kesimpulan  χ² hitung < χ² tabel (0.4755 < 5.99147)  χ² hitung ada di daerah penerimaan H0  H0 diterima, gender dan jam kerja saling bebas

Catatan :  Kesimpulan hanya menyangkut kebebasan antar variabel dan bukan     hubungan sebab-akibat (hubungan kausal)

Contoh 6 : Berikut adalah data proporsi penyiaran film(satuan pengukuran dalam persentase (%) jam siaran TV) di 3 stasiun TV.  Apakah proporsi pemutaran Film India, Kungfu dan Latin di ketiga stasiun Tv tersebut sama?   Lakukan Pengujian proporsi dengan Taraf Nyata = 2.5 %


 
ATV (%) BTV (%) CTV (%) Total Baris (%)
Film India        4.17 4.5
        2.92 3.5
        2.92 2.0
             10
Film Kungfu        3.33 2.5
        2.33  1.0
        2.33 4.5
               8
Film Latin       2.50   3.0
        1.75 2.5
        1.75 0.5
                6
Total Kolom                (%)

10
   7
    7
Total Observasi (%) =         24  *)  Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi ekspektasi Perhatikan cara mendapatkan frekuensi ekspektasi!

Ukuran Tabel Kontingensi  di atas = 3 x 3( 3 baris dan 3 kolom) db = (3-1)(3-1) = 2 x 2 =  4

Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 8 dari 10  
 
Solusi :

1. H0 :     Proporsi pemutaran film India, Kungfu dan Latin di ketiga stasiun  TV adalah sama. H1 :    Ada  proporsi pemutaran film India, Kunfu dan Latin di ketiga stasiun TV yang tidak sama.

2. Statistik Uji = χ²

3. Nilai
 α = 2.5 % = 0.025

4. Nilai Tabel χ² db = 4; α = 0.025 → χ² tabel  = 11.1433

5. Wilayah Kritis : Penolakan H0 →  χ² hitung > χ² tabel      


   χ² hitung > 11.1433 6. Perhitungan χ²  frekuensi harapan untuk     

India, ATV = 
10
417
 10 24 ×
= .  Kungfu, ATV =
10
333
×
=
8
24
.

     
   Latin, ATV =  10 250 × = 6 24 .

India, BTV = 
7
292
×
=
10 24
.   Kungfu,BTV = 7
233
×
=
8 24
.
        Latin,BTV =  7 175 × = 6 24 .         India,CTV=
 7 292 × = 10 24 .   Kungfu,CTV =
7
233
×
=
8 24
.
     

  Latin, CTV = 7 175 x 6 24 = .

Uji X2 / thomas yuni gunarto / hal 9 dari 10  
 
Tabel perhitungan  χ² berikut 

kategori : oi ei (o-e ) i i (o-e )² i i (o-e )²/e i i i Ind,ATV  4.5  4.17   0.33 0.1089 0.1089/4.17 = 0.0261 Kf,ATV  2.5 3.33 -0.83 0.6889                        0.2069 Lat,ATV  3.0 2.50   0.50 0.2500                        0.1000 Ind,BTV  3.5 2.92 -0.58 0.3364                        0.1152 Kf,BTV  1.0 2.33 -1.33 1.7689                        0.7592 Lat,BTC   2.5 1.75   0.75 0.5625                        0.3214 Ind,CTV  2.0 2.92 -0.92 0.8464                        0.2899 Kf,CTV  4.5 2.33  2.17 4.7089                        2.0201 Lat,CTV  0.5 1.75 -1.25 1.5625                        0.8929 Σ  24 ------ ------- --------- χ² hitung =      4.7317     
 7. Kesimpulan : χ² hitung terletak di daerah penerimaan H0. H0 diterima,  proporsi pemutaran ketiga jenis film di ketiga s     stasiun TV adalah sama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar